Industri Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) di e-commerce Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang luar biasa pesat. Berdasarkan data terbaru yang dipaparkan oleh Hanindia Narendrata, Co-Founder dan CEO compas.co.id, nilai transaksi FMCG di platform digital melonjak hingga 168,7% dalam periode 2022-2025, bergerak dari angka Rp 48 triliun menjadi Rp 129 triliun.
Meskipun kondisi ekonomi global penuh tantangan, antusiasme belanja masyarakat di marketplace tetap solid. Fenomena ini menunjukkan pergeseran perilaku konsumen yang kini lebih mengutamakan kenyamanan dan variasi produk yang ditawarkan secara daring.
Dominasi Marketplace: Shopee vs ShopTokopedia Group
Dalam pemaparannya di Epic Awards 2026, Hanindia Narendrata mengungkapkan bahwa pasar e-commerce Indonesia saat ini didominasi oleh dua pemain besar:
- Shopee: Memegang pangsa pasar sebesar 55,9%.
- ShopTokopedia Group: Pasca integrasi TikTok Shop dan Tokopedia, grup ini mencatatkan pertumbuhan nilai transaksi yang fantastis sebesar 59% pada tahun 2025, jauh melampaui pertumbuhan Shopee yang berada di angka 16% pada periode yang sama.
Sektor Perawatan Kecantikan Paling Tinggi
Kategori Perawatan Kecantikan (Beauty Care) tetap menjadi motor utama pertumbuhan dengan kenaikan mencapai 204% sejak 2022. Beberapa tren menarik di kategori ini meliputi:
- Ledakan Parfum Pria: Penjualan parfum pria melonjak 306% sejak 2022. Tren ini dipicu oleh munculnya berbagai brand lokal baru yang fokus pada segmen pria.
- Suplemen Multifungsi (Astaxanthin): Konsumen mulai beralih ke produk suplemen yang menawarkan manfaat ganda (kesehatan dan kecantikan). Bahan Astaxanthin mengalami lonjakan peminat hingga 477% karena mampu menggantikan fungsi Vitamin C dan E dalam menjaga kesehatan kulit dan tubuh.
Tren Pembelian Grosir dan Produk Bayi
Selain kecantikan, kategori lain juga menunjukkan angka yang signifikan:
- Kopi Bubuk: Meningkat 120% dengan total nilai Rp 2,4 triliun. Menariknya, konsumen cenderung membeli dalam kemasan karton (grosir) demi mengejar efisiensi harga dan promo voucher.
- Ibu dan Bayi: Kategori ini tumbuh 184% dengan nilai Rp 12,5 triliun. Produk seperti baby lotion, sabun bayi, hingga skincare bayi menjadi tren baru yang tumbuh signifikan.
Strategi Bertahan di 2026: Adaptasi atau Mati
Di balik angka pertumbuhan yang menggiurkan, terdapat fakta mengejutkan: 1.900 brand harus tutup karena gagal beradaptasi dengan perubahan pasar e-commerce.
Hanindia Narendrata menekankan tiga kunci sukses untuk memenangkan kompetisi di tahun 2026:
- Optimasi Fitur Marketplace: Memanfaatkan fitur spesifik seperti Live Shopping, affiliator, dan konten video (Shoppertainment) untuk menarik minat konsumen.
- Pahami Perubahan Perilaku: Menawarkan produk multifungsi dan paket pembelian jumlah besar dengan harga terjangkau untuk merespons kebutuhan efisiensi konsumen.
- Keputusan Berbasis Data: Menggunakan riset pasar dan data kompetitor untuk memahami tren yang terus berubah secara real-time.
Ingin mendalami data perilaku konsumen e-commerce lebih lanjut? Tonton video lengkap pemaparan Hanindia Narendrata di atas untuk mendapatkan insight eksklusif bagi pertumbuhan bisnis Anda.
