Jakarta — Pasar FMCG di e-commerce Indonesia memasuki semester pertama 2026 dengan momentum yang semakin kuat. Bukan hanya nilai transaksinya yang meningkat, tetapi peta pertumbuhan antar kategori hingga kontribusi brand terhadap pertumbuhan pasar juga mulai
memperlihatkan perubahan yang penting diperhatikan oleh para decision maker.
Berdasarkan Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 dari Compas.co.id, total nilai penjualan FMCG online mencapai Rp88,4 triliun, meningkat sekitar 29% dibandingkan H1 2025. Pertumbuhan ini menjadi lonjakan semesteran terkuat sejak 2024.
Angka tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pertumbuhan FMCG online bukan sekadar momentum sesaat. Dalam dua tahun terakhir, total nilai penjualan telah meningkat sekitar 75%, memperlihatkan bagaimana e-commerce terus mengambil peran penting dalam perjalanan konsumen FMCG Indonesia.
Bagi brand, pertanyaannya kini bukan lagi sekadar “Apakah pasar FMCG online masih tumbuh?”, melainkan “Di mana pertumbuhan berikutnya terjadi dan apakah brand kita sudah berada di posisi yang tepat untuk menangkapnya?”
Beauty Masih Memimpin, tetapi Mesin Pertumbuhan Mulai Bergeser
Beauty & Care masih menjadi kategori terbesar dengan 48,6% market share atau hampir satu dari setiap dua rupiah yang dibelanjakan untuk FMCG online. Namun, dibandingkan H1 2025, pangsanya turun 3,5 percentage points.

Di saat yang sama, Food & Beverage meningkat menjadi 23,3% market share, naik 3,5 percentage points. Homecare juga memperbesar kontribusinya terhadap pasar. Pergeseran ini memberikan sinyal menarik: pertumbuhan FMCG e-commerce semakin terdiversifikasi.
Kategori yang berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari mulai mendapatkan ruang lebih besar dalam keranjang belanja online konsumen. Artinya, opportunity di e-commerce kini tidak hanya terkonsentrasi pada kategori yang secara historis kuat secara digital.
Bagi decision maker, perubahan tersebut dapat memunculkan pertanyaan strategis baru. Apakah kategori brand Anda sedang memperoleh momentum? Bagaimana posisi brand dibandingkan kompetitor? Dan subkategori mana yang sebenarnya memiliki ruang pertumbuhan terbesar menuju semester berikutnya?
90% Pertumbuhan Justru Datang dari Existing Brands
Dari tambahan sekitar Rp20,1 triliun sales value dibandingkan H1 2025, sekitar Rp18 triliun atau 90% pertumbuhan berasal dari existing brands yang aktif pada kedua periode.
Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa bertambahnya pemain baru tidak otomatis menggeser kekuatan brand yang sudah berada di pasar. Kepercayaan konsumen, positioning, produk yang relevan, hingga kemampuan brand membaca perubahan demand tetap memiliki peranan besar dalam mempertahankan sekaligus memperluas pasar.
Namun, peluang bagi challenger brand juga belum tertutup. Ribuan brand baru tetap memasuki kategori FMCG, sehingga pertanyaannya bukan sekadar siapa yang hadir lebih dulu, tetapi siapa yang mampu menemukan market gap dan menawarkan value yang relevan bagi konsumen.
Rp88,4 Triliun Hanyalah Gambaran Besarnya
Market size memberikan gambaran tentang seberapa besar peluangnya. Tetapi bagi brand, angka tersebut belum menjawab keputusan bisnis berikutnya.
Kategori mana yang tumbuh paling cepat? Subkategori apa yang sedang mendapatkan momentum? Marketplace mana yang paling relevan? Bagaimana performa Official dan Non-Official Store? Price range seperti apa yang bergerak? Siapa brand dan seller yang sedang mengambil posisi di pasar?
Pertanyaan-pertanyaan inilah yang dibedah lebih dalam dalam Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026. Report mencakup lima kategori utama, yaitu Beauty & Care, Food & Beverage, Healthcare, Mom & Baby, dan Homecare, berdasarkan data periode Januari–Juni 2026. Analisisnya mencakup market performance, subcategory growth, seller type, price range, marketplace performance, brand composition, hingga top brands dan top sellers pada masing-masing kategori.
Dari Market Overview Menjadi Business Opportunity
Pertumbuhan pasar FMCG online H1 2026 memberikan satu pesan penting: opportunity masih terbuka, tetapi arah pertumbuhannya semakin kompleks.
Brand yang hanya melihat angka penjualan internal berisiko kehilangan konteks tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi di pasar. Dengan memahami perubahan market share, pergerakan kategori, kompetitor, channel hingga produk, decision maker dapat menentukan strategi berikutnya berdasarkan market evidence, bukan sekadar asumsi.
Ingin mengetahui lebih dalam di mana peluang brand Anda berada di tengah pertumbuhan FMCG e-commerce 2026?
Dapatkan dan download Indonesian FMCG E-commerce Report H1 2026 untuk mengakses analisis lengkapnya. Jika Anda ingin mendiskusikan implikasi data terhadap kategori dan strategi brand Anda, hubungi Tim Expert Compas.co.id melalui halaman Contact Us di website Compas.co.id untuk menjadwalkan diskusi lebih lanjut.


