Perubahan lanskap e-commerce saat ini bukan lagi sekadar urusan jual-beli, melainkan telah membentuk kebiasaan harian masyarakat Indonesia. Dalam acara EPIC Awards 2026, Ekonom CNBC Indonesia, Maesaroh, mengungkapkan bagaimana dominasi generasi muda menciptakan “mesin pertumbuhan baru” bagi ekonomi nasional, khususnya di sektor kecantikan.
Sektor Kecantikan Jadi Backbone Baru Ekonomi
Sektor perawatan dan kecantikan mencatatkan pertumbuhan yang sangat stabil, yakni di kisaran 4% hingga 6% pada kuartal pertama tahun 2025. Angka ini mendekati pertumbuhan ekonomi nasional, menandakan bahwa industri ini telah menjadi tulang punggung baru bagi pasar domestik.
Faktor utama di balik ledakan ini adalah perubahan demografi. Saat ini, Gen Z dan Milenial mendominasi lebih dari 50% populasi Indonesia. Generasi ini sangat peduli terhadap penampilan dan menjadikan skincare sebagai prioritas belanja mereka.
Pergeseran Perilaku: Dari Barang ke Pengalaman (Self-Reward)
Maesaroh menyoroti perubahan pola konsumsi dari generasi terdahulu (Baby Boomers) ke generasi sekarang:
- Generasi Terdahulu: Lebih fokus berinvestasi pada aset fisik seperti tanah.
- Generasi Muda: Lebih mengutamakan self-reward dan pengalaman, seperti travelling, wellness, dan perawatan di salon.
Selain itu, konsumen saat ini jauh lebih kritis. Mereka sangat memperhatikan isu keberlanjutan (sustainability), keamanan produk bagi kulit, hingga label cruelty-free (tidak menyiksa hewan). Rendahnya loyalitas merek di kalangan generasi ini memicu brand lokal untuk terus berinovasi mengikuti tren media sosial yang cepat berganti.
Kekuatan Digital: E-commerce Tembus ke Pelosok Tanah Air
Nilai transaksi e-commerce Indonesia diperkirakan telah mencapai Rp100 triliun pada tahun lalu. Maesaroh menceritakan pengalaman unik di mana perdagangan online tetap hidup bahkan di daerah pelosok Indonesia yang hanya memiliki “satu batang sinyal”.
Teknologi ini telah membuka pasar baru bagi produk lokal unggulan daerah, seperti madu dan pakaian khas, untuk menjangkau konsumen yang lebih luas tanpa batas geografis.
Menghadapi Ancaman Impor: Keunggulan Produk Lokal
Tantangan besar muncul dari masifnya produk impor, terutama dari China, yang menawarkan harga lebih murah. Namun, Maesaroh menegaskan bahwa produk lokal memiliki kekuatan yang sulit ditiru produk asing:
- Pemahaman Karakteristik: Produsen lokal lebih memahami jenis kulit, tingkat kelembapan, dan variasi warna (shade) yang sesuai dengan orang Indonesia.
- Kedekatan Budaya: Pemahaman mendalam tentang budaya dan preferensi lokal menjadi kunci kemenangan produk dalam negeri di pasar domestik.
Simak video wawancara lengkap Maesaroh di atas untuk mendapatkan analisis mendalam mengenai strategi memenangkan pasar e-commerce 2026.
