logo-compas-biru-kecil-v1-156x40

Berkenalan dengan Jenis-Jenis Branding Bisnis

Berkenalan dengan Jenis-Jenis Branding Bisnis

Author: Ivana Deva Rukmana

 

Compas.co.id – Guna menciptakan kesan yang mendalam di hati konsumen, sebagian besar brand tak jarang menciptakan “label” atau identitas tersendiri lewat strategi branding.

Branding bisnis yang sukses akan berpengaruh besar terhadap citra brand di mata masyarakat. Oleh sebab itu, Anda tidak boleh menganggap remeh peran branding dalam bisnis. Berikut, Compas telah merangkum segala hal tentang branding bisnis yang wajib Anda ketahui, mulai dari pengertian, jenis-jenis, dan contoh strategi branding yang sukses.

 

Apa itu Branding?

Branding merupakan salah cara untuk mengkomunikasikan pesan dari esensi sebuah produk kepada para konsumennya.

Dengan pelaksanaan branding yang baik, perusahaan dapat memberikan kesan yang baik pula kepada para konsumennya sehingga mereka terus setia untuk menggunakan produk-produk perusahaan tersebut.

Selain itu, branding juga membuka jalan bagi perusahaan untuk dikenal lebih banyak orang melalui berbagai platform branding, mulai dari logo hingga kampanye pemasaran yang khas.

 

Perbedaan Brand dan Branding

Sebelum membahas mengenai dulu itu branding, Anda perlu memahami terlebih dahulu mengenai brand. Nah, merek dagang atau brand adalah kumpulan atribut fisik, emosi, pemahaman logis, karakteristik, performa, aset, dan janji dari sebuah produk dan jasa.

Sementara itu, branding dilakukan untuk membangun “citra” perusahaan maupun pemilik usaha agar produknya mempunyai ciri khas sehingga dapat menarik dan melekat di benak para konsumen.

 

Jenis-Jenis Branding untuk Mengembangkan Bisnis Online Anda

Jenis-Jenis Branding untuk Mengembangkan Bisnis Online Anda

1. Product Branding

Jenis branding yang satu ini bisa jadi yang paling sering Anda lihat dan dengar sehari-hari. Product branding ini membuat Anda sangat melekat pada suatu brand produk. 

Akibatnya, saat Anda melihat jenis produk serupa sering kali Anda menyebutnya dengan merek atau brand lain.

Kita ambil contoh, seberapa sering Anda menyebut pasta gigi dengan sebutan “odol”? Padahal, Odol sendiri sebenarnya adalah sebuah merek (brand) pasta gigi asal Jerman. Pasta gigi ini dulu memang sempat beredar di Indonesia. 

Namun, Odol kini tidak lagi dipasarkan di Indonesia. Oleh karena, brand image yang kuat dan kesuksesan product branding, orang Indonesia tetap mengasosiasikan pasta gigi sama dengan Odol.

Product branding yang berhasil juga bisa membuat Anda akan tetap setiap pada suatu merek produk dan enggan beralih. 

 

2. Personal Branding

Sesuai namanya, personal branding adalah jenis strategi yang umumnya dipakai untuk individu. Biasanya, personal branding dilakukan oleh selebriti, politisi, atau digital marketer, termasuk influencer.

Tujuan personal branding adalah untuk membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan khalayak pada personalnya. 

Saat ini, media sosial jadi salah satu cara yang amat mudah, tepat, sekaligus efektif untuk membangun personal branding ini. Pasalnya, lewat media sosial Anda bisa menyentuh audiens yang lebih luas.

Misalnya, Neil Patel sukses melakukan personal branding dirinya sebagai seorang SEO expert atau Raditya Dika sebagai seorang komika sekaligus content creator.

 

3. Corporate Branding

Berbeda dengan dua sebelumnya yang berfokus pada satu objek, corporate branding merupakan jenis branding yang fokus pada keseluruhan perusahaan.

Corporate branding bisa dibilang sukses jika Anda sudah mengingat nama perusahaan tersebut sebagai salah satu perusahaan yang menjanjikan.

Tak hanya itu, Anda pun akan “percaya” bahwa produk yang mereka keluarkan memiliki kualitas yang baik, sekalipun itu produk baru.

Saat kita berbicara mengenai personal hygiene misalnya, mungkin Unilever jadi salah satu produsen yang terlintas. Ini merupakan salah satu contoh corporate branding yang berhasil.

 

4. Geographical Branding

Jenis-jenis branding tak hanya mencakup orang, objek, atau perusahaan. Wilayah pun bisa diperkenalkan lewat branding. Ini disebut dengan geographical branding.

Geographical branding lebih sering dipakai untuk mempromosikan daerah wisata. Itu sebabnya, branding yang dipakai adalah keunikan daerah tertentu.

“Enjoy Jakarta” dan “Jogja Kota Gudeg” adalah beberapa contoh geographical branding.

 

5. Service Branding

Jenis branding yang satu ini mungkin bisa jadi salah satu kombinasi dari beberapa strategi lainnya di atas. Service branding lebih menekankan kepada pengalaman konsumen.

Jadi, bukan jasa atau produk lagi yang ingin diperkenalkan, melainkan pengalaman “ekstra” yang bisa didapatkan saat orang memilih produkmu.

Misalnya saja, Sriwijaya Air merupakan maskapai yang menawarkan tiket pesawat termasuk inflight meal, dibandingkan maskapai berbiaya murah lainnya.

 

6. Co-branding

Strategi co-branding biasanya dijalankan saat ada partnership dari 2 atau lebih perusahaan. Biasanya, co-branding dilakukan untuk produk yang memiliki kesamaan atau saling terhubung. Bisa juga, ini dilakukan untuk menambah target pasar.

Misalnya saja, Walls dan Oreo berkolaborasi menciptakan satu varian es krim Walls dengan topping biskuit Oreo.  

 

7. “No-BrandBranding

No-brand branding dikenal juga dengan sebutan minimalist branding. Jenis branding yang satu ini mengutamakan kualitas produk yang baik popularitas merek itu sendiri.

Artinya, mereka yang bermain dengan strategi ini cukup percaya diri bahwa produk yang ditawarkan berkualitas. 

Muji adalah salah satu brand yang menggunakan strategi ini. Untuk generasi milenial, Muji mungkin lekat sebagai tempat membeli barang-barang kebutuhan yang cukup berkualitas.

Padahal, jika diperhatikan, barang-barang Muji tidak mencantumkan merek sama sekali. Tak hanya satu, Anda bisa menggunakan jenis-jenis branding di atas bersamaan.

Misalnya, Anda akan menggunakan product branding untuk mengenalkan produk terlebih dulu, dan sedikit demi sedikit mulai menjalankan strategi corporate branding.

Ketika keduanya berhasil, peluang untuk melebarkan sayap bisnis dengan mengeluarkan produk baru dapat lebih dipercaya.

 

2 Contoh Strategi Branding yang Sukses

Ada banyak kasus branding produk yang sukses di pasaran. Dua brand yang dapat dijadikan contoh strategi branding diantaranya adalah Wardah dan Aqua. Sebetulnya, rahasia kesuksesan branding produk mereka?

 

Wardah

Sejak dulu, Wardah dikenal sebagai beauty brand dengan produk-produk kecantikan yang “halal”. Hal ini agaknya cukup mengherankan. Pasalnya, ada lusinan beauty brand yang sudah memperoleh sertifikasi halal, lantas mengapa hanya Wardah yang lekat dengan ciri khas “halal”?

Rupanya, identitas “halal” tersebut merupakan salah satu strategi marketing yang dilakukan Wardah.

Melalui penelusuran ke berbagai platform digital, Compas menemukan bahwa Wardah kerap menggunakan model berhijab dalam iklan-iklan promosi produk.

Tak hanya itu, brand garapan PT Paragon ini juga berulang kali menyematkan slogan “Wardah, Halal.” di voice over iklannya. Pada tahun 2018 lalu, Wardah bahkan pernah meluncurkan TV Commercial video di Youtube resminya dengan tajuk “Halal dari Awal”.

 

Aqua

Brand Aqua adalah sebuah merek yang dikenal sebagai pelopor air mineral dalam kemasan di Indonesia. Kebekenan Aqua dalam kasus ini berujung pada lekatnya identitas Aqua sebagai “air mineral dalam botol”.

Meskipun Aqua membungkus air mineralnya menggunakan “wadah” yang berbeda (seperti galon atau gelas plastik), tetapi label yang melekat kuat pada Aqua tetaplah “kemasan botol”.

Serupa dengan kasus brand “Odol”, kemelekatan Aqua dengan identitas “air mineral dalam botol” menciptakan fenomena penyebutan “Aqua” untuk semua produk air mineral botolan meskipun mereknya bukan Aqua.

 

Kesimpulan dan Rahasia Branding yang Sukses

Nah, apa yang dilakukan oleh Wardah dan Aqua merupakan contoh kesuksesan strategi branding bisnis. Namun, perlu diingat bahwa kesuksesan keduanya tak semata-mata berasal dari branding saja.

Wardah dan Aqua sama-sama dikenal sebagai “pemain lama” yang masih berada di posisi terdepan hingga saat ini. Hal tersebut disebabkan Wardah selalu tampil inovatif dalam meluncurkan produk-produk baru.

Maka, tak heran produk-produknya selalu laris di pasaran karena sudah mengetahui keselarasan antara target konsumen dengan tujuan produknya.

Melalui produk Compas, Anda dapat melakukan riset pasar sesuai kebutuhan dengan akurat dan cepat. Tertarik untuk memulai? Hubungi kami melalui Contact Us atau DM Instagram Compas, ya!

 

Source: Dashboard Compas.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

logo-compas-putih-kecil-v1-156x40

Compas hadir dari tim yang sama yang mengembangkan Telunjuk.com, sebuah perusahaan teknologi di Jakarta, Indonesia. Compas berfokus pada business intelligence tools, contohnya Market Insight pasar e-commerce, dan memberikan solusi aktif untuk membawa bisnis Anda semakin berkembang dengan strategi bisnis yang tepat.

Follow Us

Copyright © 2020 Compas.co.id by PT Telunjuk Komputasi Indonesia

Tinggalkan pesan untuk kami

Halo, kami ingin mengenal Anda lebih dalam agar kami bisa memberikan bantuan yang terbaik.