logo-compas-biru-kecil-v1-156x40
top brand biskuit kue kering

Compas Data Market Insight: 7 Top Brand Biskuit Kue Kering dengan Penjualan Lezat di E-commerce

Compas Data Market Insight: 7 Top Brand Biskuit Kue Kering dengan Penjualan Lezat di E-commerce

Author: Nimas Cemara

 

Compas.co.id – Biskuit kue kering adalah salah satu jenis camilan yang sangat populer dan menjadi andalan ketika berkumpul bersama. Dengan tekstur yang renyah dan berbagai macam rasa yang menggugah selera, biskuit kue kering telah menjadi camilan favorit, baik sebagai teman setia saat minum teh atau sebagai camilan ringan untuk menghabiskan waktu.

Tidak hanya di Indonesia, pasar biskuit kue kering juga memiliki angka yang tinggi di tahun 2021 sebesar US$114 juta menurut Straits Research. Jika dilihat dari pantauan Compas Market Insight: Indonesia FMCG E-commerce Report 2022, kategori Makanan Ringan memiliki market share sebesar 12,9%.

Banner Insight

Lebih lanjut, Compas Dashboard juga melihat performa brands biskuit kue kering di Shopee & Tokopedia dalam periode 1–15 Juni 2023. Compas Dashboard mampu memantau pasar biskuit kue kering dengan menggunakan fitur top seller, fitur periode waktu yang bisa diatur sesuai keinginan, filter merchant, filter subkategori produk, dan filter seller type.

7 Top Brand Biskuit Kue Kering dengan Kesuksesan yang Manis

top brand biskuit kue kering

1. Oreo

Di pasar yang penuh dengan variasi biskuit kue kering, terdapat beberapa merek yang berjuang untuk mencapai kesuksesan. Compas Dashboard memantau perjuangan para brand biskuit kue kering! Salah satu merek yang memimpin adalah Oreo, dengan penjualan sebanyak 24.7 ribu kemasan.

Dalam periode dua minggu, revenue Oreo mencapai Rp628.6 juta dan berhasil menguasai market share sebesar 27,74%. Hal ini menjadikannya raja biskuit kue kering. 

Oreo sudah lama menjadi andalan snack keluarga dengan berbagai varian dan rasa yang mereka produksi. Brand ini juga tetap konsisten membangun identitas di sosial media dengan penggunaan warna ikonik Oreo di feed Instagram mereka. Bahkan, untuk feed promosi Oreo x Blackpink, warna ikonik Oreo tetap hadir dengan cermat. 

Penggunaan video storytelling juga menjadi ciri khas promosi. Oreo menyajikan cerita yang menggugah selera di video marketing atau caption postingan mereka. Dengan cerita yang simple namun relatable dan kata-kata yang singkat dan cerdas, mereka berhasil menarik perhatian pengikutnya dan meninggalkan kesan yang kuat tentang kelezatan dan keunikan Oreo. 

2. Roma

Di belakang Oreo, ada Roma di urutan ke-2 yang berhasil menjual 5.7 ribu kemasan dengan pendapatan sebesar Rp75.9 juta dan market share sebesar 6,34%% selama 1–15 Juni 2023. Roma menunjukkan potensi untuk tumbuh lebih besar lagi.

Banner E-Commerce Report

Mengikuti hallyu wave, Roma bekerja sama dengan aktor ternama Korea Selatan yaitu Lee Minho sebagai Brand Ambassador untuk mempromosikan produk andalannya, Roma Biskuit Kelapa. Roma juga “mengajak” Lee Minho dalam setiap marketingnya seperti melakukan giveaway ketika ulang tahun Lee Minho, kontes meme dengan topik Lee Minho, dsb.

3. Momogi

Tidak jauh dari Roma, Momogi hadir di urutan ketiga. Penjualan Momogi sedikit lebih rendah dengan 5.4 ribu kemasan dan revenue sebesar Rp56.4 juta. Brand ini berhasil mempertahankan market share sebesar 6%.

Momogi yang lebih akrab di kalangan anak-anak menggunakan warna-warna terang dan ceria untuk mempromosikan produknya. Selain itu, Momogi juga memanfaatkan kekuatan user-generated content (UGC) dengan mengajak followers untuk meramaikan kolom komentar di berbagai game yang mereka unggah di feed. Strategi ini tidak hanya meningkatkan keterlibatan pengikut, tetapi juga membangun komunitas yang aktif di sekitar merek mereka.

4. Ritz

Di peringkat empat, Ritz mampu menjual 5.2 ribu kemasan dan menghasilkan revenue sebesar Rp110.4 juta. Meskipun market share-nya 5,76%, Ritz berhasil menarik perhatian dengan strategi pemasaran yang efektif. 

Walau bukan merk baru di ranah biskuit kue kering Indonesia, nampaknya Ritz melakukan rebranding melalui laman Instagramnya. Hal ini dilakukan untuk mengenalkan produk terbarunya yaitu varian Ritz Chocolate. Video-video coming soon yang membuat penasaran efektif membuat konsumen loyal dari Ritz penasaran. 

5. Monde

Monde hadir di urutan kelima. Meski penjualan Monde hanya mencapai 4.1 ribu kemasan dengan revenue Rp50.3 juta selama periode dua minggu, mereka tetap mempertahankan market share sebesar 4,54%.

Monde adalah salah satu brand yang berada di bawah naungan PT Nissin Biscuits Indonesia. Dengan produk Monde Egg Rolls yang ikonik, Monde berfokus untuk mempromosikan produk tersebut. Kemudian, Monde juga aktif engage dengan followers melalui unggahan mini games atau ajakan memberi komentar. 

6. Nissin

Jika sebelumnya sudah ada brand dari perusahaan Nissin Biscuits Indonesia, brand Nissin sendiri mengisi posisi ke-6 di Top Brand Biskuit Kue Kering.

Selama periode 1–15 Juni, Nissin berhasil menjual 3.5 ribu kemasan dengan pendapatan sebesar Rp36.9 juta dan market share sebesar 3,83%. 

Berbeda dengan Monde, Nissin memiliki varian yang lebih banyak. Target pasarnya pun nampaknya lebih berfokus ke keluarga, menjadikannya biskuit andalan ketika sedang berkumpul bersama keluarga. Hal ini terlihat dari campaign #harmoNISSINkita dan laman Instagram yang lebih banyak menggunakan foto-foto keluarga.

7. Chocolatos

Di urutan terakhir Top 7 Brand Biskuit Kue Kering, ada satu lagi yang menarik perhatian yaitu Chocolatos. Dalam kurun dua minggu, brand ini berhasil menjual 3 ribu kemasan dan menghasilkan revenue sebesar Rp47.4 juta. Chocolatos pun mengamankan market share sebesar 3,32%.

Salah satu strategi marketing yang dilakukan Chocolatos adalah dengan mengunggah video-video pendek yang lucu dan menarik. Tren video pendek yang sedang naik daun karena platform TikTok, IG Reels, dan YouTube Shorts ini digunakan sangat baik oleh Chocolatos.

Kesimpulan

Dalam persaingan brand biskuit kue kering, setiap merek memiliki kekuatan dan keunikan sendiri dalam menarik perhatian konsumen. Oreo saat ini masih memimpin pasar, namun tetap harus hati-hati dengan brands lain yang terus berusaha untuk merebut tempat di hati konsumen dengan inovasi, strategi pemasaran yang cerdas, dan kualitas produk yang tak terbantahkan.

 

Memantau pasar kompetitor pun sangat membantu untuk mengamankan posisi. Dengan memahami pasar kompetitor dan pasar sendiri menggunakan Compas Dashboard–FMCG e-commerce market insight tools–brands dapat meningkatkan penjualan di e-commerce. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

logo-compas-putih-kecil-v1-156x40

Compas hadir dari tim yang sama yang mengembangkan Telunjuk.com, sebuah perusahaan teknologi di Jakarta, Indonesia. Compas berfokus pada business intelligence tools, contohnya Market Insight pasar e-commerce, dan memberikan solusi aktif untuk membawa bisnis Anda semakin berkembang dengan strategi bisnis yang tepat.

Follow Us

Copyright © 2020 Compas.co.id by PT Telunjuk Komputasi Indonesia

Tinggalkan pesan untuk kami

Halo, kami ingin mengenal Anda lebih dalam agar kami bisa memberikan bantuan yang terbaik.