logo-compas-biru-kecil-v1-156x40

Data Penjualan Pembersih Wajah, Erha dan La Roche-Posay Berpotensi Duduki Top Brand!

Data Penjualan Pembersih Wajah, Erha dan La Roche-Posay Berpotensi Duduki Top Brand!

Author: Ivana Deva Rukmana

 

Compas.co.id – Pada artikel top brand yang lalu-lalu, Compas selalu membahas data penjualan milik 1—10 brand teratas. Namun, artikel kali ini akan berbeda karena berisi pembahasan mengenai data penjualan pembersih wajah dengan ranking 11—15 berdasarkan market sharenya.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk melihat potensi pasar dari sejumlah brand pembersih wajah—yang posisinya berada di peringkat 11 sampai 15— untuk memasuki jajaran top 10 brand pada periode selanjutnya.

 

Data Penjualan Pembersih Wajah: Hati-Hati, 5 Brand ini Bisa Menyalip Posisi Top Brand!

data penjualan pembersih wajah

1. Erha

Akhir Juli lalu, Erha masih menduduki top 10 brand pembersih wajah di peringkat 8 berdasarkan market sharenya. Namun, per 1—15 Agustus ini, pembersih wajah ERHA di e-commerce justru anjlok ke urutan 11. Wah, apa yang membuat produk ERHA dikalahkan kompetitor?

Melalui pantauan Compas, digital campaign ERHA saat ini tengah berfokus pada produk-produk ERHair, yakni rangkaian produk perawatan rambut yang dikeluarkan oleh ERHA.

Di akun Instagramnya sendiri, produk pembersih wajah ERHA sedang tak terlalu banyak disorot. Dari 24 postingan yang diunggah selama 1—15 Agustus, hanya ada 1 postingan yang mempromosikan produk pembersih wajah, itupun dalam sebuah video mengenai rangkaian produk skincare ERHA Sensitive.

Namun, meskipun peringkat market sharenya turun, angka revenue ERHA masih meningkat dengan growth sebesar 10.21%. Jika ERHA kembali menaruh perhatian lebih pada campaign produk pembersih wajahnya, bukan mustahil kalau brand ini akan kembali merebut posisi top brand di periode berikutnya.

 

2. L’Oreal

Berdasarkan market sharenya, L’Oreal dengan angka 2,33% menduduki peringkat 12 di produk pembersih wajah.

Sementara itu, jika dilihat dari revenue, posisi L’Oreal turun sebanyak 1 peringkat dibanding periode sebelumnya, yakni dari ranking 10 ke ranking 11. Meskipun demikian, secara revenue growth, pembersih wajah L’Oreal masih mengalami peningkatan sebesar 34,78%.

Akhir-akhir ini, postingan media sosial L’Oreal Indonesia sendiri banyak yang mengangkat produk skincare anak perusahaannya sendiri, yakni La Roche Posay.

Aktivitas ini kemungkinan besar berpengaruh terhadap kekalahan produk pembersih wajah milik L’Oreal. Alih-alih, justru produk La Roche-Posay lah yang meraih revenue growth tertinggi.

 

3. La Roche Posay

Hingga akhir Juli lalu, brand La Roche-Posay bahkan tidak berhasil memasuki top 20 pembersih wajah. Namun, berselang 2 minggu, per awal—pertengahan Agustus lalu peringkat La Roche-Posay melesat ke urutan 13 dengan perolehan revenue growth sebesar 151,68%. Kira-kira, apa ya, rahasianya?

La Roche-Posay sedang gencar melancarkan branding sebagai ”Dermatological Skincare”. Aktivitas branding ini pun tak dilakukan “sendirian”, melainkan dibantu oleh induk perusahaannya sendiri melalui campaign La Roche-Posay di akun Instagram official L’Oreal Indonesia.

Hasilnya, angka revenue La Roche-Posay untuk kategori pembersih wajah pun meningkat pesat. Bahkan, porsi market share yang sebesar 2,30% turut membawanya mengalahkan kompetitor sekelas Nivea dan Somethinc.

Jika La Roche-Posay dapat mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi ini, tak dapat dipungkiri bahwa anak brand L’Oreal ini akan mampu mengejar brands di 10 peringkat teratas.

 

4. Nivea

Porsi market share sebesar 2,08% membuat Nivea menduduki peringkat 14 di jajaran top brand pembersih wajah. Meskipun demikian, secara revenue, Nivea mengalami kenaikan sebanyak 56,51%. Revenue growth Nivea merupakan angka terbesar kedua setelah La Roche-Posay.

Meski pertumbuhan revenuenya baik, tetapi performa Nivea di pembersih wajah masih kalah dari para kompetitornya.

Loyonya performa Nivea di kategori pembersih wajah ini salah satunya disebabkan oleh campaign Nivea yang cenderung berfokus pada produk-produk body care, seperti sunblock dan hand body cream.

 

5. Somethinc

Performa penjualan Somethinc di dua minggu pertama bulan Agustus sangat lunglai. Pasalnya, selain angka market share sebesar 1,97% yang hanya membawanya hingga peringkat 15, sales revenue Somethinc juga turun drastis.

Dibandingkan periode sebelumnya, revenue growth brand Somethinc minus 24,55%. Turunnya revenue ini pun berdampak pada tergesernya Somethinc dari top 10 brand pembersih wajah dan kini menempati peringkat 15.

Mengamati strategi marketingnya, beberapa bulan belakangan Somethinc sedang gencar menggandeng artis-artis terkenal untuk mempromosikan produknya, mulai dari aktris Han So Hee, Chenle NCT, Gabriel Prince hingga komika Kiky Saputri.

Akan tetapi, kolaborasi tersebut bukan difokuskan untuk mengangkat produk pembersih wajah, melainkan rangkaian serum garapan Somethinc. Alih-alih pembersih wajah, justru produk serum lah yang jadi “jagoan” Somethinc.

 

Kesimpulan

Berdasarkan data penjualan pembersih wajah yang didapat oleh tim internal Compas, dapat disimpulkan bahwa La Roche-Posay menjadi brand yang paling potensial untuk menduduki top brand pembersih wajah. Hal ini dapat dicapai melalui strategi marketing yang menonjolkan branding sebagai skincare yang direkomendasikan dermatologist. Tambah lagi, L’Oreal sebagai induk perusahaannya juga ikut membantu meramaikan campaign La Roche-Posay di media sosial.

Di sisi lain, brand Nivea dan Somethinc yang tengah fokus pada campaign produk lainnya jadi mengalami kekalahan performa dari kompetitor yang sama-sama menggarap produk pembersih wajah. Hal ini membuktikan bahwa marketing campaign sangat mempengaruhi performa penjualan suatu produk.

 

Ingin mendapat market insight di kategori brand kamu? Compas Dashboard dapat membantu kamu dengan menyajikan data seputar penjualan para top brands di e-commerce sesuai kebutuhan perusahaan.

Beberapa kategori data yang kamu dapatkan antara lain: total sales revenue, total sales quantity, market share, daftar top brands, serta daftar produk terlaris. Periode waktunya pun dapat kamu sesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Kabar baiknya, kini Compas Dashboard sudah tersedia dalam versi demo alias gratis. Itu artinya, selama 30 menit, kamu bisa menjelajahi performa penjualan kompetitor sesuka hati. Jadi, tunggu apa lagi? Segera jajal Demo Compas Dashboard dengan KLIK DI SINI!

 

Source: Dashboard Compas.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

logo-compas-putih-kecil-v1-156x40

Compas hadir dari tim yang sama yang mengembangkan Telunjuk.com, sebuah perusahaan teknologi di Jakarta, Indonesia. Compas berfokus pada business intelligence tools, contohnya Market Insight pasar e-commerce, dan memberikan solusi aktif untuk membawa bisnis Anda semakin berkembang dengan strategi bisnis yang tepat.

Follow Us

Copyright © 2020 Compas.co.id by PT Telunjuk Komputasi Indonesia

Tinggalkan pesan untuk kami

Halo, kami ingin mengenal Anda lebih dalam agar kami bisa memberikan bantuan yang terbaik.