logo-compas-biru-kecil-v1-156x40
Strategi Penetapan Harga Produk Baru

Strategi Penetapan Harga Produk Baru

Strategi Penetapan Harga Produk Baru

Author: Ivana Deva Rukmana

 

Compas.co.id – Agar sebuah produk baru dapat sukses dan laris di pasaran, salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah harga jualnya. Jika harga jual tidak sesuai dengan apa yang diharapkan konsumen, bisa jadi berujung pada tidak lakunya produk tersebut di pasaran.

Agar hal tersebut tidak terjadi, diperlukan sebuah strategi dan cara untuk menentukan harga jual produk baru dengan tepat dan sesuai target pasar. Penentuan harga produk yang tepat akan berimbas pada volume penjualan produk tersebut.

 

Pentingnya Menetapkan Harga Jual Produk Baru dengan Tepat

Salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai kesuksesan bisnis adalah dengan cara menentukan harga jual produk Anda dengan tepat. Menentukan harga jual produk baru dengan tepat dapat meningkatkan jumlah penjualan produk. 

Strategi menentukan harga jual produk yang salah akan membuat masalah yang mungkin tidak dapat diatasi oleh bisnis Anda kedepannya. Oleh karena itu, menetapkan harga jual menjadi hal yang penting karena dapat berpengaruh besar terhadap bisnis Anda.

 

4 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghitung Harga Jual Produk Baru di Bisnis Online

Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam menghitung harga jual produk baru, yakni kemampuan konsumen, biaya produksi, biaya marketing, dan harga kompetitor.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menghitung Harga Jual Produk Baru di Bisnis Online

1. Perhatikan Kemampuan Konsumen

Dalam menentukan harga, perusahaan yang baik akan menggunakan berbagai alat dan faktor untuk mengukur kemampuan konsumen.

Semakin tahu kondisi konsumen yang dituju, maka akan semakin tahu pula berapa harga jual yang bisa dipatok.

Melakukan survei berdasar demografis dan barang apa saja apa yang biasa di beli adalah jenis riset yang dapat membantu memberikan gambaran berapa harga yang mestinya ditentukan.

 

2. Perhatikan Biaya Produksi

Besarnya biaya produksi juga harus diikutsertakan dalam patokan penentuan harga produk. Jangan lupa, bahwa biaya produksi yang dimaksud sudah mencakup biaya overhead.

Setelah mendapatkan total biaya produksi, barulah Anda bisa menambahkannya dengan besaran profit yang diharapkan.

Misal, Anda membuat produk dengan biaya keseluruhan Rp10.000 per pcs dan keuntungan yang diharapkan adalah Rp2.000, maka produk tersebut dapat dijual dengan harga Rp12.000.

 

3. Perhatikan Biaya Marketing 

Selain biaya produksi, biaya yang dikeluarkan dalam mempromosikan dan memasarkan produk tentu harus masuk pertimbangan dalam menentukan harga jual.

Hal ini disebabkan fungsi dari marketing itu sendiri yang bertujuan agar bisnis Anda bisa menjangkau lebih banyak audiens sehingga meningkatkan awareness terhadap bisnis. Jika kegiatan marketing tidak dipertimbangkan, bisa jadi bisnis Anda jadi sulit berkembang karena tidak adanya awareness dari masyarakat akan keberadaan produk-produk Anda.

 

4. Perhatikan Harga yang Dipasang Kompetitor

Mengetahui harga kompetitor dapat dimanfaatkan untuk membantu Anda dalam menentukan harga jual produk, misalnya untuk membandingkan apakah produk Anda bisa bersaing dengan produk kompetitor dengan harga yang ditawarkan.

Jika iya, maka harga kompetitor tersebut bisa dijadikan patokan. Jika tidak, maka Anda harus berpikir ulang untuk menurunkan atau menaikkan harga. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memperhatikan apakah produk yang dihasilkan memiliki value yang lebih jika dibandingkan dengan produk pesaing.

Value yang lebih atau added value dapat diukur dari kualitas produk yang lebih baik atau tersedianya garansi purna jual yang jangka waktunya lebih panjang.

 

4 Cara Menghitung Harga Jual Produk Baru di Bisnis Online

Dalam menentukan harga jual, Anda harus ikut mempertimbangkan besaran modal atau bahan baku yang dikeluarkan dalam membuat, memasarkan, dan menjual suatu produk.

Nah, berdasarkan pertimbangan biaya-biaya tersebut, ada 4 cara yang dapat dilakukan dalam menghitung harga jual produk. 

 

1. Markup Pricing

Markup biasanya dihitung sebagai persentase dari biaya akuisisi produk. Biaya perolehan dapat menjadi biaya pembelian barang atau jasa atau biaya produksi.

Langkah pertama dalam menambahkan persentase markup ke biaya produk adalah memutuskan berapa banyak markup untuk keuntungan Anda. Setelah Anda memilih persentase markup, tentukan biaya produk, yang mencakup tidak hanya biaya barang, tetapi juga overhead jika ada biaya produksi, biaya penjualan, biaya umum dan biaya administrasi, termasuk tunjangan untuk hal-hal seperti kerusakan barang dan barang hilang.

Harga Jual = Harga Perolehan + (Harga Perolehan x % Markup)

 

2. Margin Pricing

Berbeda dengan harga markup yang dilakukan dengan menambah persentase ke harga akuisisi (modal), persentase pada harga margin diperoleh dari hasil perbandingan harga jual dengan harga akuisisi (modal).

Harga margin umumnya digunakan, karena kita sudah tahu berapa harga yang kita inginkan. Tetapi penting untuk melakukan perhitungan margin karena untuk membandingkan harga jual yang kita coba untuk menentukan harga perolehan sehingga harga kita tidak terlalu murah karena banyaknya kompetisi sehingga kita rugi atau terlalu mahal sehingga tidak bersaing.

Margin = (Harga Jual – Harga Perolehan) / Harga Jual

 

3. Keystone Pricing

Keystone adalah sebuah metode pengaturan harga di mana barang dagangan dihargai dengan jumlah dua kali harga grosir atau biaya perolehan produk. Di Indonesia sendiri, metode ini sering ditemui dalam bisnis konsinyasi, misalnya Departement Store.

Sebuah metode yang mana digunakan oleh seorang retailer untuk melipatgandakan harga modal dari produk yang akan dijual kepada pelanggan. Misalnya, Anda membeli sebuah produk dengan modal Rp100 ribu, lalu menjualnya kembali dengan margin keuntungan 100% sehingga harga jualnya jadi Rp200 ribu.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk menggunakan keystone pricing, salah satunya adalah harus memastikan bahwa produk yang dijual telah memenuhi standar kualitas dan kelayakan yang ditentukan. Sebab, pelanggan akan enggan membayar mahal apabila produk yang dijual merupakan produk pasaran dengan harga yang lebih murah.

 

4. Harga yang Dianjurkan Pemilik Merek (MSRP)

Pernahkah Anda melihat sebuah barang yang label harganya tercantum tulisan “Harga yang Dianjurkan”? Itulah yang disebut dengan “Harga yang Dianjurkan oleh Pemilik  Merek”  atau MSRP (Manufacturer’s Suggested Retail Price).

Meskipun tercantum dalam kemasan produk, tidak berarti Anda mengikuti MSRP. Namun, ada beberapa risiko yang harus dihadapi jika Anda menjual produk tersebut dengan harga jauh di atas MSRP.  

Anda harus berhati-hati dalam menentukan harga produk dengan label MSRP, apalagi jika kompetitor Anda mampu menjualnya dengan harga di bawah MSRP. Hal ini disebabkan karena pelanggan bisa saja beranggapan bahwa Anda ingin mendapatkan keuntungan lebih besar dibanding penjual lainnya. Dampaknya, calon pelanggan tidak jadi membeli barang yang dijual karena menganggap semua barang yang Anda jual lebih mahal harganya.

 

Kesimpulan

Demikian pembahasan tentang strategi penetapan harga pada produk baru. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menentukan harga produk baru dalam bisnis online, mulai dari memahami seberapa pentingnya menetapkan harga yang tepat, hal yang harus diperhatikan saat menghitung harga jual, dan yang terutama strategi dalam menentukan harga produk baru.

Menurut Anda, strategi penetapan harga produk baru mana yang tepat untuk bisnis online dan mampu mendapatkan profit yang tinggi?

Melalui produk Compas, Anda dapat melakukan riset pasar sesuai kebutuhan dengan akurat dan cepat. Tertarik untuk memulai? Hubungi kami melalui Contact Us atau DM Instagram Compas, ya!

 

Source: Dashboard Compas.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

logo-compas-putih-kecil-v1-156x40

Compas hadir dari tim yang sama yang mengembangkan Telunjuk.com, sebuah perusahaan teknologi di Jakarta, Indonesia. Compas berfokus pada business intelligence tools, contohnya Market Insight pasar e-commerce, dan memberikan solusi aktif untuk membawa bisnis Anda semakin berkembang dengan strategi bisnis yang tepat.

Follow Us

Copyright © 2020 Compas.co.id by PT Telunjuk Komputasi Indonesia

Tinggalkan pesan untuk kami

Halo, kami ingin mengenal Anda lebih dalam agar kami bisa memberikan bantuan yang terbaik.