logo-compas-biru-kecil-v1-156x40
data penjualan serum

Data Penjualan Serum: Lagi, Brand Lokal Kokoh Pimpin Pasar Periode 1-15 September!

Data Penjualan Serum: Lagi, Brand Lokal Kokoh Pimpin Pasar Periode 1-15 September!

Author: Lia Sutiani

 

Compas.co.id – Menurut laporan Statista pada Juni 2022, segmen Beauty & Personal Care meraih revenue hingga US$7.23 miliar. Sementara, data Compas Dashboard menunjukkan sales revenue produk serum di e-commerce tembus hingga Rp148 miliar pada bulan Juni 2021.

Dalam data tersebut, diketahui brand lokal seperti Somethinc, Bening’s, dan Scarlett menguasai pasar serum. Riset Tim Compas pada beberapa periode di tahun 2022 juga menyebutkan, Somethinc dan Scarlett menjadi brand yang kuat bersaing meraih posisi puncak. 

Menariknya, kedua brand tersebut tampak saling berebut podium utama sebagai top brand serum sepanjang periode Juni – Agustus. Lantas, bagaimana dengan data penjualan periode ini? Mari, kupas info selengkapnya yang tersaji dalam ulasan sebagai berikut. 

Data Penjualan Serum: Somethinc dan Scarlett Konsisten sebagai Top Brand!

Data Penjualan Serum: Lagi, Brand Lokal Kokoh Pimpin Pasar Periode 1-15 September! Author: Lia Sutiani Compas.co.id - Menurut laporan Statista pada Juni 2022, segmen Beauty & Personal Care meraih revenue hingga US$7.23 miliar. Sementara, data Compas Dashboard menunjukkan sales revenue produk serum di e-commerce tembus hingga Rp148 miliar pada bulan Juni 2021. Dalam data tersebut, diketahui brand lokal seperti Somethinc, Bening’s, dan Scarlett menguasai pasar serum. Riset Tim Compas pada beberapa periode di tahun 2022 juga menyebutkan, Somethinc dan Scarlett menjadi brand yang kuat bersaing meraih posisi puncak. Menariknya, kedua brand tersebut tampak saling berebut podium utama sebagai top brand serum sepanjang periode Juni - Agustus. Lantas, bagaimana dengan data penjualan periode ini? Mari, kupas info selengkapnya yang tersaji dalam ulasan sebagai berikut. Data Penjualan Serum: Somethinc dan Scarlett Konsisten sebagai Top Brand! Prestasi dalam industri Beauty & Care kembali diraih oleh brand-brand skincare lokal di Indonesia. Something dan Scarlett menjadi dua brand yang berhasil menguasai pasar serum di e-commerce di periode 1-15 September 2022. Somethinc mampu mempertahankan posisi pertama dengan market share sebesar 16,85% dan sales quantity lebih dari 64.700 produk sepanjang periode 1-15 September 2022. Kendati demikian, penjualan Scarlett sukses melangkahi Somethinc pada periode 16-31 Agustus 2022. Saat itu, Scarlett berhasil meraih market share sebanyak 9,27% dengan sales quantity hingga 34 ribu produk lebih. Meski raih peringkat kedua, market share Scarlett periode 1-15 September 2022 mengalami kenaikan ketimbang periode sebelumnya. Market share brand tersebut mencapai angka 10,54% dan sales quantity-nya juga naik menjadi 35 ribu produk lebih terjual. Di sisi lain, beberapa brand lokal lainnya juga tidak mau kalah saing untuk merebut posisi sebagai top brand serum di e-commerce. Deretan brand serum lokal tersebut di antaranya Azarine, Whitelab, Avoskin, dan Wardah. Garnier & Skintific, Kompetitor Impor yang Perlu Diwaspadai Brand Serum Lokal Berdasarkan data penjualan 1-15 September, dapat dilihat bahwa konsumen Indonesia menggemari produk serum lokal ketimbang impor. Namun, bukan berarti brand luar negeri tidak mampu merebut pasar serum di e-commerce. Sejauh ini, Garnier dan Skintific merupakan brand serum impor yang perlu diperhatikan pergerakan bisnisnya. Data Compas Dashboard menunjukkan, Garnier berhasil masuk ke peringkat tiga pada periode 1-15 Agustus dengan market share sebesar 6,59% dan sales quantity lebih dari 27 ribu produk. Satu bulan berikutnya, brand skincare asal Perancis ini tetap konsisten di posisi yang sama. Meski begitu, market share Garnier turun menjadi 4,56% pada periode tersebut. Sementara, Skintific yang awalnya meraih posisi ke-8 pada periode 1-15 Agustus, mampu masuk peringkat ke-5 di bawah Whitelab pada periode 1-15 September ini. Skintific berhasil masuk lima besar dengan market share mencapai 9,33% dan sales quantity lebih dari 18 ribu produk ludes laku. Padahal, pada periode 16-31 Agustus, Skintific tembus posisi ketiga sebagai top brand serum. Pencapaian tersebut sukses dengan sales quantity mencapai 22 ribu produk lebih terjual. Artinya, Skintific mengawali September ini dengan penurunan penjualan. Apa Kiat Jitu Brand Lokal Tetap Unggul? Kondisi tersebut menggambarkan bahwa brand serum impor tidak hanya bersaing ketat dengan brand-brand lokal, tapi juga sesama brand impor lainnya yang ada di Indonesia. Sebab itu, beberapa brand pun berusaha meningkatkan performanya dengan berbagai strategi khusus. Analisis Tim Compas menunjukkan, 3 dari 5 top brand serum periode ini menjalankan strategi branding dengan menggandeng artis Korea. Sebaliknya, Garnier dan Skintific sebagai brand serum impor diketahui tidak menerapkan strategi yang sama. Berkaitan dengan strategi, Whitelab sepertinya patut diperhatikan mengingat brand tersebut menunjukkan mampu performa terbaiknya sepanjang periode 1-15 September. Bahkan, pada periode sebelumnya, brand tersebut hanya bertahan di posisi 7 sedangkan kali ini mampu menggeser peringkat Skintific. Apabila ditelusuri kembali, Whitelab sendiri telah mengantongi 5 penghargaan sekaligus pada tahun 2021. Tentu, prestasi tersebut memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap brand. Di sisi lain, Whitelab juga aktif melakukan promosi secara online melalui brand ambassador-nya, idol K-pop bernama Oh Sehun EXO dan kegiatan offline untuk menjangkau konsumen secara langsung. Terlepas dari strategi branding tersebut, brand-brand lokal lain juga mendorong potensi bisnisnya dengan penggunaan bahan unggulan disertai strategi pricing yang cukup terjangkau. Strategi ini menjadi Unique Selling Point (USP) bagi brand lokal agar tetap stabil mempertahankan performa bisnisnya. Kesimpulan Ulasan tersebut dapat menggambarkan betapa ketatnya persaingan dalam industri perawatan dan kecantikan di Indonesia. Dengan mengamati pergerakan kompetitor, perusahaan dapat menganalisis langkah tepat yang perlu diambil kedepannya. Guna menghadapi tantangan dalam persaingan tersebut, perusahaan perlu menyiapkan amunisi dengan melakukan riset pasar. Riset pasar akan mendukung perusahaan agar sukses dalam memilih strategi bisnis yang lebih unggul ketimbang kompetitor. Melalui produk Compas, Anda dapat melakukan riset pasar sesuai kebutuhan dengan akurat dan cepat. Tertarik untuk memulai? Hubungi kami melalui Team Compas atau DM Instagram Compas, ya! Selain itu, Anda juga bisa menjajal 30 menit Demo Compas Dashboard secara gratis dengan KLIK DI SINI! Source: Dashboard Compas.co.id

Prestasi dalam industri Beauty & Care kembali diraih oleh brand-brand skincare lokal di Indonesia. Something dan Scarlett menjadi dua brand yang berhasil menguasai pasar serum di e-commerce di periode 1-15 September 2022. 

Somethinc mampu mempertahankan posisi pertama dengan market share sebesar 16,85% dan sales quantity lebih dari 64.700 produk sepanjang periode 1-15 September 2022. 

Kendati demikian, penjualan Scarlett sukses melangkahi Somethinc pada periode 16-31 Agustus 2022. Saat itu, Scarlett berhasil meraih market share sebanyak 9,27% dengan sales quantity hingga 34 ribu produk lebih.  

Meski raih peringkat kedua, market share Scarlett periode 1-15 September 2022 mengalami kenaikan ketimbang periode sebelumnya. Market share brand tersebut mencapai angka 10,54% dan sales quantity-nya juga naik menjadi 35 ribu produk lebih terjual.

Di sisi lain, beberapa brand lokal lainnya juga tidak mau kalah saing untuk merebut posisi sebagai top brand serum di e-commerce. Deretan brand serum lokal tersebut di antaranya Azarine, Whitelab, Avoskin, dan Wardah. 

Garnier & Skintific, Kompetitor Impor yang Perlu Diwaspadai Brand Serum Lokal

Berdasarkan data penjualan 1-15 September, dapat dilihat bahwa konsumen Indonesia menggemari produk serum lokal ketimbang impor. Namun, bukan berarti brand luar negeri tidak mampu merebut pasar serum di e-commerce

Sejauh ini, Garnier dan Skintific merupakan brand serum impor yang perlu diperhatikan pergerakan bisnisnya. Data Compas Dashboard menunjukkan, Garnier berhasil masuk ke peringkat tiga pada periode 1-15 Agustus dengan market share sebesar 6,59% dan sales quantity lebih dari 27 ribu produk.

Satu bulan berikutnya, brand skincare asal Perancis ini tetap konsisten di posisi yang sama. Meski begitu, market share Garnier turun menjadi 4,56% pada periode tersebut. 

Sementara, Skintific yang awalnya meraih posisi ke-8 pada periode 1-15 Agustus, mampu masuk peringkat ke-5 di bawah Whitelab pada periode 1-15 September ini. Skintific berhasil masuk lima besar dengan market share mencapai 9,33% dan sales quantity lebih dari 18 ribu produk ludes laku. 

Padahal, pada periode 16-31 Agustus, Skintific tembus posisi ketiga sebagai top brand serum. Pencapaian tersebut sukses dengan sales quantity mencapai 22 ribu produk lebih terjual. Artinya, Skintific mengawali September ini dengan penurunan penjualan. 

Apa Kiat Jitu Brand Lokal Tetap Unggul?

Kondisi tersebut menggambarkan bahwa brand serum impor tidak hanya bersaing ketat dengan brand-brand lokal, tapi juga sesama brand impor lainnya yang ada di Indonesia. Sebab itu, beberapa brand pun berusaha meningkatkan performanya dengan berbagai strategi khusus. 

Analisis Tim Compas menunjukkan, 3 dari 5 top brand serum periode ini menjalankan strategi branding dengan menggandeng artis Korea. Sebaliknya, Garnier dan Skintific sebagai brand serum impor diketahui tidak menerapkan strategi yang sama. 

Berkaitan dengan strategi, Whitelab sepertinya patut diperhatikan mengingat brand tersebut menunjukkan mampu performa terbaiknya sepanjang periode 1-15 September. Bahkan, pada periode sebelumnya, brand tersebut hanya bertahan di posisi 7 sedangkan kali ini mampu menggeser peringkat Skintific. 

Apabila ditelusuri kembali, Whitelab sendiri telah mengantongi 5 penghargaan sekaligus pada tahun 2021. Tentu, prestasi tersebut memiliki peran penting dalam membangun kepercayaan konsumen terhadap brand

Di sisi lain, Whitelab juga aktif melakukan promosi secara online melalui brand ambassador-nya, idol K-pop bernama Oh Sehun EXO dan kegiatan offline untuk menjangkau konsumen secara langsung. 

Terlepas dari strategi branding tersebut, brand-brand lokal lain juga mendorong potensi bisnisnya dengan penggunaan bahan unggulan disertai strategi pricing yang cukup terjangkau. Strategi ini menjadi Unique Selling Point (USP) bagi brand lokal agar tetap stabil mempertahankan performa bisnisnya. 

Kesimpulan

Ulasan tersebut dapat menggambarkan betapa ketatnya persaingan dalam industri perawatan dan kecantikan di Indonesia. Dengan mengamati pergerakan kompetitor, perusahaan dapat menganalisis langkah tepat yang perlu diambil kedepannya.

Guna menghadapi tantangan dalam persaingan tersebut, perusahaan perlu menyiapkan amunisi dengan melakukan riset pasar. Riset pasar akan mendukung perusahaan agar sukses dalam memilih strategi bisnis yang lebih unggul ketimbang kompetitor

Melalui produk Compas, Anda dapat melakukan riset pasar sesuai kebutuhan dengan akurat dan cepat. Tertarik untuk memulai? Hubungi kami melalui Team Compas atau DM Instagram Compas, ya!

Selain itu, Anda juga bisa menjajal 30 menit Demo Compas Dashboard secara gratis dengan KLIK DI SINI!

Source: Dashboard Compas.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

Kerjasama dengan kami

Kembangkan Bisnis Online Anda dengan Data Market Ter-update dari Compas

logo-compas-putih-kecil-v1-156x40

Compas hadir dari tim yang sama yang mengembangkan Telunjuk.com, sebuah perusahaan teknologi di Jakarta, Indonesia. Compas berfokus pada business intelligence tools, contohnya Market Insight pasar e-commerce, dan memberikan solusi aktif untuk membawa bisnis Anda semakin berkembang dengan strategi bisnis yang tepat.

Follow Us

Copyright © 2020 Compas.co.id by PT Telunjuk Komputasi Indonesia

Tinggalkan pesan untuk kami

Halo, kami ingin mengenal Anda lebih dalam agar kami bisa memberikan bantuan yang terbaik.